Permainan anak-anak di tahun 80-an banyak yang bersifat fisik, tradisional, dan melibatkan interaksi langsung. Beberapa permainan tersebut masih dikenang hingga saat ini karena keseruan dan kesederhanaannya. Berikut adalah beberapa permainan populer di Indonesia pada tahun 80-an:
1. Petak Umpet
- Permainan ini sangat populer dan mudah dimainkan. Satu orang akan “menjaga” dan menghitung sementara yang lainnya bersembunyi. Setelah selesai menghitung, penjaga akan mencari semua pemain yang bersembunyi. Orang terakhir yang ditemukan biasanya akan menjadi pemenang.
2. Lompat Tali
- Menggunakan karet gelang yang diikat menjadi panjang, permainan ini melibatkan kemampuan melompat yang baik. Dua orang memegang ujung tali, sementara pemain lain melompat melewati tali tersebut. Tinggi tali semakin dinaikkan untuk menambah tingkat kesulitan.
3. Galasin (Gobak Sodor)
- Galasin adalah permainan tim yang memerlukan strategi. Satu tim bertugas untuk menjaga area kotak-kotak di lapangan, sementara tim lawan mencoba melewati garis-garis tanpa disentuh oleh penjaga. Tim yang bisa lolos ke bagian akhir dan kembali dengan aman memenangkan permainan.
4. Dakon atau Congklak
- Congklak adalah permainan papan tradisional yang menggunakan biji-bijian atau kerang kecil. Tujuan permainan adalah mengumpulkan biji sebanyak-banyaknya di “rumah” masing-masing. Permainan ini melibatkan strategi dan perhitungan biji yang cermat.
5. Bentengan
- Bentengan adalah permainan beregu yang melibatkan lari cepat dan taktik. Setiap tim memiliki benteng yang harus mereka pertahankan. Tujuannya adalah menyentuh benteng lawan tanpa tertangkap oleh anggota tim lawan. Jika tertangkap, pemain harus menjadi tawanan.
6. Egrang
- Egrang adalah permainan yang membutuhkan keseimbangan dan keterampilan. Pemain berdiri di atas dua tongkat panjang dan berjalan dengan tongkat tersebut. Siapa yang bisa berjalan lebih jauh atau lebih cepat di atas egrang biasanya menjadi pemenang.
7. Kelereng (Gundu)
- Permainan ini melibatkan penggunaan kelereng atau gundu. Pemain menggunakan kelereng untuk memukul kelereng lawan, dan jika berhasil, mereka bisa mengambil kelereng tersebut. Permainan ini dimainkan di tanah yang dibuat lingkaran kecil sebagai area permainan.
8. Layangan
- Bermain layangan (layang-layang) sangat populer di kalangan anak laki-laki pada tahun 80-an. Anak-anak akan membuat atau membeli layangan, lalu menerbangkannya di lapangan terbuka. Ada juga versi kompetitif di mana pemain mencoba memutuskan benang layangan lawan.
9. Yoyo
- Yoyo adalah mainan yang bisa digulung dan diputar. Pemain harus bisa menjaga yoyo tetap berputar bolak-balik dari tangan ke bawah dan kembali lagi. Ada berbagai trik yang bisa dilakukan dengan yoyo.
10. Taplak Gunung
- Permainan ini dimainkan dengan cara melompati kotak-kotak yang digambar di tanah menggunakan kapur. Pemain melempar batu kecil ke dalam salah satu kotak dan kemudian melompat-lompat di atas kotak tersebut dengan satu kaki tanpa menyentuh garis.
11. Engklek
- Mirip dengan taplak gunung, engklek juga melibatkan lompat-lompatan di atas kotak-kotak yang digambar di tanah. Pemain harus melompati setiap kotak dengan satu kaki sambil membawa benda kecil di tangan atau meletakkannya di salah satu kotak.
12. Gasing
- Gasing adalah mainan tradisional yang diputar di atas tanah menggunakan tali. Pemain melempar gasing dan memutar talinya dengan cepat agar gasing bisa berputar stabil dalam waktu yang lama. Gasing yang berputar paling lama adalah pemenangnya.
Permainan-permainan tersebut selain menyenangkan, juga mendidik anak-anak untuk aktif secara fisik, bersosialisasi, dan menggunakan imajinasi serta keterampilan motorik mereka. Sebagian besar permainan ini dimainkan di luar ruangan, yang membuat anak-anak tahun 80-an lebih banyak bergerak dan berinteraksi langsung dengan teman-temannya





